Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Kepala Pada Ibu Hamil?

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Kepala Pada Ibu Hamil?

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Kepala Pada Ibu Hamil?

Ibu hamil memang sangat rawan mengalami masalah pada kesehatan, salah satunya adalah merasa sakit kepala. Perubahan hormon merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sakit kepala pada ibu hamil, seperti sakit kepala tegang dan sakit kepala migrain.

Baca : Obat Sakit Kepala Sebelah

Mengatasi sakit kepala pada ibu hamil tidak bisa disamakan dengan pada orang normal. Sebab, pada masa kehamilan seorang wanita tidak bisa sembarang mengkonsumsi apapun, termasuk obat dan juga makanan. Nah, untuk mengatasi sakit kepala pada ibu hamil tidak perlu dengan mengkonsumsi obat sakit kepala, karena masih ada cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Sakit kepala pada ibu hamil bisa lebih parah pada minggu-minggu pertama masa kehamilan, namun ibu hamil tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi tersebut, karena tidak akan berpengaruh pada janin yang ada dalam kandungan. Sakit kepala biasanya akan membaik atau hilang setelag enam bulan terakhir, ketika hormon ibu hamil umumnya sudah stabil.

Sebenarnya, para ahli kesehatan belum tahu betul kenapa pada beberapa ibu hamil sering kali mengalami masalah sakit kepala. Meski begitu, produksi dan aliran darah yang meningkat pada awal masa kehamilan diduga bisa menjadi salah satu pemicunya. Dan kemungkinan pemicu lainnya yang menyebabkan sakit kepala pada ibu hamil adalah kurang tidur, dehidrasi, kelaparan, kelelahan, stres, depresi, gangguan sinus, alergi, atau berhenti mengkonsumsi kafein secara mendadak. Sakit kepala bahkan mungkin akan lebih terasa sakit bagi mereka yang memang sebelum hamil pun sudah sering mengalaminya.

Baca Juga : Waspadai Keluhan Sakit Kepala Terus Menerus

Cara Mengatasi Sakit Kepala Ibu Hamil

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meringankan sakit kepala pada ibu hamil, seperti :

  • Istirahat

Istirahat memang merupakan salah satu cara bisa mengurangi sakit kepala. Istirahat yang cukup juga bisa membuat badan lebih fit. Istirahat juga bisa menenangkan fikiran, sehingga sakit kepala juga bisa lebih membaik. Ibu hamil bisa berbaring di tempat tidur dengan kondisi ruangan yang gelap dan tidak berisik. Istirahatlah dengan cukup, agar tubuh dan kepala terasa rileks.

  • Pijat

Selain istirahat yang cukup, memijat bagian kepala juga bisa mengatasi bahkan menghilangkan sakit kepala. Ibu hamil bisa memijat sendiri bagian kepala yang sakit dengan lembut, atau ibu hamil juga bisa minta tolong pada orang lain untuk memijat. Selain bagian kepala, bagian di sekitarnya seperti pundak dan leher juga bisa dipijat untuk mengatasi ketegangan. Ibu hamil juga bisa mengunjungi tempat pijat profesional agar bisa melakukan pijat relaksasi pada seluruh tubuh.

  • Kompres

Ibu hamil juga bisa mengompres dahi, wajah, dan mata dengan handuk yang telah direndam air panas, untuk mengurangi rasa sakit di kepala. Ibu hamil juga bisa mengompres di bagian belakang leher dengan handuk dingin.

Jika memang ibu hamil ingin mengkonsumsi obat untuk mengatasi sakit kepalanya, ibu hamil bisa saja mengkonsumsi obat parasetamol, dan bisa aman untuk ibu hamil, asalkan diminum sesuai dosis yang dianjurkan, dan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Baca : Obat Sakit Kepala Sebelah

Selain itu, beberapa cara juga bisa dilakukan untuk mencegah sakit kepala dengan melakukan hal-hal berikut ini :

  • Perbanyak mengonsumsi air putih.
  • Mengkonsumsi makanan dengan porsi sedikit, namun lebih sering.
  • Hindari stres.
  • Rutin melakukan aktivitas fisik, seperti aerobik, jalan kaki, atau yoga.
  • Selalu tidur tepat waktu.
  • Ibu hamil juga harus menghindari pemicu sakit kepala, seperti makanan yang mengandung pemanis buatan dan MSG, makanan yang difermentasi, ikan asap, asap rokok, bebauan yang menyengat, cahaya silau, suara bising, serta cuaca panas atau dingin yang berlebihan.

Sakit kepala pada ibu hamil memang menjadi hal yang normal, terutama yang terjadi pada masa awal kehamilan. Tapi, ibu hamil harus waspada jika sakit kepala terjadi di akhir masa kehamilan. Hal itu bisa saja merupakan gejala yang menandakan ibu hamil tengah mengalami kondisi kesehatan yang serius, seperti tekanan darah tinggi atau preeklamsia. Sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Jika kondisi tersebut tidak ditangani, maka berisiko berkembang menjadi preeklamsia, yaitu kondisi yang bisa mengganggu perkembangan bayi dalam kandungan dan proses melahirkan. Segera pergi ke dokter jika sakit kepala saat hamil belum mereda atau bertambah parah.

Baca Juga : Jika Alami Sakit Kepala Berikut, Periksakan Ke Dokter Saraf

Waspadai Keluhan Sakit Kepala Terus Menerus

Waspadai Keluhan Sakit Kepala Terus Menerus

Waspadai Keluhan Sakit Kepala Terus Menerus

Sakit kepala memang merupakan masalah kesehatan yang umum dan sering terjadi, namun sakit kepala yang dirasakan bisa sangat mengganggu, bahkan membatasi dan mengahalangi beraktivitas. Apalagi jika sakit kepala yang terjadi terus-menerus.

Baca : Obat Sakit Kepala Sebelah

Sakit kepala terus-menerus atau sakit kepala kronis adalah sakit kepala yang berlangsung sekitar 15 hari lebih dalam waktu satu bulan, dan terjadi selama tiga bulan secara berturut-turut. Berdasarkan penyebabnya, sakit kepala kronis ini dikelompokkan jadi dua jenis, yaitu sakit kepala kronis primer dan juga sakit kepala kronis non-primer. Sakit kepala kronis primer adalah sakit kepala murni tanpa didasari oleh adanya sebuah penyakit yang menjadi pemicu sakit kepala. Sedangkan sakit kepala kronis non-primer adalah sakit kepala kronis yang dipicu atau disebabkan oleh adanya penyakit.

Gejala Sakit Kepala Kronis

Sakit kepala kronis primer banyak tidak diketahui penyebabnya. Sementara sakit kepala kronis non-primer, memiliki banyak kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Diantaranya, infeksi, gangguan pada pembuluh darah otak, cedera otak, tumor otak, dan gangguan tekanan pada otak.

Dan beberapa jenis sakit kepala kronis yang sering dikeluhkan di masyarakat diantaranya adalah :

1. Sakit Kepala Tegang Kronis

Sakit kepala tegang kronis ini dapat dicirikan sebagai sakit kepala yang menekan di dua sisi kepala. Intensitas sakit kepala yang dirasakan bisa ringan bisa juga menengah. Sakit kepala tegang yang terjadi terus menerus atak kronis dapat terjadi begitu saja tanpa adanya pemicu yang jelas berupa aktivitas fisik. Dan sakit kepala tegang kronis ini biasanya akan terasa lebih parah ketika kepalanya disentuh.

2. Migrain Kronis

Migrain kronis biasanya akan dialami oleh orang yang memang sebelumnya juga pernah mengalami migrain. Sakit kepala ini dapat dicirikan sebagai sakit kepala yang terasa di satu sisi saja atau di kedua sisi kepala dengan sensasi berdenyut, dan rasa sakit yang timbul kemungkinannya bisa sakit yang menengah sampai sakit yang luar biasa parah. Dan migrain kronis ini dapat dipicu oleh aktivitas fisik rutin. Migarin kronis juga mungkin disertai dengan perasaan mual, muntah, dan sensitif terhadap suara bising, juga cahaya.

Baca Juga : Jika Alami Sakit Kepala Berikut, Periksakan Ke Dokter Saraf

3. Sakit Kepala Baru Timbul, Terjadi Terus-Menerus

Sakit kepala ini adalah sakit kepala yang tiba-tiba muncul, dan sebelumnya belum pernah merasak sakit kepala tersebut. Dengan gejalanya berupa sakit kepala yang cukup hebat serasa ditekan, atau sakit kepala yang mengencang. Intensitas sakitnya bisa ringan sampai menengah, tanpa didasari atau pengaruhi oleh aktivitas. Sakit kepala ini biasanya terjadi selama tiga hari berturut-turut pada saat pertama muncul.

4. Hemicrania Continua

Sakit kepala ini adalah sakit kepala yang dicirikan sebagai sakit kepala di salah satu sisi kepala, dan terasa setiap hari secara terus-menerus, serta intensitasnya naik turun. Sakit kepala ini juga sering kali disertai dengan gejala mata merah atau berair pada sisi sebelah kepala yang sakit, menurunnya kelopak mata atau pembesaran pupil mata, hidung tersumbat atau berair dan merasa lelah. Sakit kepala seperti ini biasanya akan terasa lebih parah lagi, dengan gejala-gejalanya yang mirip migrain.

5. Sakit Kepala Berulang

Sakit kepala seperti ini merupakan akibat dari seringnya menggunakan obat pereda nyeri. Sakit kepala memang cenderung akan terasa kembali atau berulang jika terlalu banyak atau terlalu sering mengkonsumsi obat pereda nyeri, dalam jangka waktu lama. Jadi jika merasakan sakit kepala yang tidak sembuh walau sudah diobati, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat, agar sakit tidak terus berlanjut dan berulang.

6. Sakit Kepala Akibat Tekanan Intrakranial

Sakit kepala seperti ini dapat dipicu oleh adanya tumor otak, kista atau peningkatan volume cairan otak, sehingga tekanan di kepala pun menjadi meningkat. Gejala sakit kepala seperti ini adalah berupa sakit kepala yang muncul tiba-tiba, terasa parah, dan diserta pula dengan gejala gangguan saraf lain, seperti kejang-kejang, muntah, dan juga gangguan penglihatan. Atau sering kali juga diawali dengan sakit kepala konstan selama beberapa waktu.

Baca : Obat Sakit Kepala Sebelah

7. Sindrom Pascatrauma.

Sakit kepala seperti ini adalah sakit kepala yang sering dirasakan, dan terus-menerus dirasakan dalam jangka waktu yang cukup lama, setelah mengalami trauma di kepala.

8. Sakit Kepala Akibat Usia Lanjut

Sakit kepala juga bisa saja disebabkan karena faktor usia. Biasanya usia 60 tahun ke atas sering kali merasakan sakit kepala, yang dipicu oleh penyakit glaukoma, atau karena tekanan bola mata yang meningkat. Bisa juga dipicu karena penyakit pembuluh darah seperti arteritis sel raksasa, sembuh dari infeksi herpes, atau karena alasan psikologis.

Tindakan Yang Harus Dilakukan

Seperti halnya dengan menangani sakit kepala jenis lainnya, sakit kepala terus menerus ini juga perlu ditangani dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk mengetahui apa yang menjadi pemicu sakit kepala tersebut. Apakah sakit kepalanya karena gangguan saraf atau karena faktor lainnya.

Pasien juga biasanya akan ditanyai mengenai riwayat sakit kepala yang dirasakannya. Jika belum juga menemukan penyebabnya dengan jelas, maka dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan MRI atau CT-scan.

Dokter juga kemungkinan perlu untuk bekerjasama dengan spesialis, seperti spesialis neurologi atau kepada psikiater, untuk menemukan penyebabnya yang jelas, serta memastikan diagnosisnya. Pada beberapa kasus, sakit kepala konstan membutuhkan pengobatan jangka panjang.

Dan perlu anda ketahui juga, bahwa sakit kepala terus-menerus juga berisiko mengalami gangguan lainnya, seperti gangguan  tidur, kecemasan, depresi, dan gangguan fisik serta psikologis lainnya. Jadi, jangan pernah menyepelekan sakit kepala yang anda alami terus menerus. Sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk dicari tahu penyebabnya dan dicari tahu juga solusinya.

Baca Juga : Sakit Kepala Tegang, Yang Paling Umum Terjadi

Jika Alami Sakit Kepala Berikut, Periksakan Ke Dokter Saraf

Jika Alami Sakit Kepala Berikut, Periksakan Ke Dokter Saraf

Jika Alami Sakit Kepala Berikut, Periksakan Ke Dokter Saraf

Merasakan sakit kepala memang merupakan hal yang lumrah, bahkan mungkin hampir setiap orang juga pernah merasakannya. Namun lain cerita jika sakit kepala yang dirasakan tidak kunjung reda, apalagi jika disertai dengan gejala-gejala lainnya.

Baca : Obat Sakit Kepala Sebelah

Sangat perlu diperhatikan jika mengalami sakit kepala yang disertai dengan gejala lainnya. Sebaiknya segera periksakan kondisi sakit kepala anda jika sudah disertai dengan gejala lainnya, karena mungkin itu merupakan pertanda bahwa sakit kepala yang anda alami bukan sembarang sakit kepala biasa, dan bisa jadi hal itu merupakan pertanda adanya masalah serius yang tengah anda alami.

Jika sakit kepala tidak kunjung reda atau disertai gejala lainnya yang mengiringi, mungkin anda juga akan dirujuk untuk diperiksakan ke dokter ahli saraf, yang fokus menangani berbagai masalah yang terjadi pada sistem saraf. Sebab, bisa jadi sakit kepala yang anda alami berkaitan dengan adanya masalah yang tengah menimpa sistem saraf anda.

Sakit kepala memang bisa terjadi dikarenakan banyak sebabnya. Sakit kepala biasa, umumnya akan reda dengan sendirinya dan tidak akan mengharuskan anda untuk memeriksakannya ke dokter. Namun sakit kepala yang disebabkan suatu penyakit atau kondisi lainnya yang lebih serius mungkin tidak akan reda dengan sendirinya, bahkan akan terasa lebih parah pada kondisi tertentu atau disertai juga dengan gejala lainnya. Bahkan mungkin sakit kepala yang dirasakan membuat anda harus mengkonsumsi obat sakit kepala terus-menerus dalam jangka panjang, padahal itu sangat beresiko. Jika mengkonsumsi obat sakit kepala lebih dari 10 hari, maka justru sakit kepala akan beresiko terulang kembali.

Baca Juga : Sakit Kepala Tegang, Yang Paling Umum Terjadi

Oleh karena itu, jika anda merasakan sakit kepala yang tak kunjung reda, sebaiknya periksakan saja ke dokter untuk memastikan kondisinya. Dan jika anda merasakan sakit kepala seperti berikut ini, maka anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter saraf. Kondisi tersebut diantaranya adalah :

  • Merasakan sakit kepala lebih dari dua kali dalam seminggu.
  • Sakit kepala yang dirasakan muncul tiba-tiba dan terasa sangat berat.
  • Sakit kepala yang dirasakan disertai dengan gejala lainnya, seperti penglihatan tidak jelas, pusing, hilang kesadaran, mual, muntah, kebingungan, leher kaku, atau demam.
  • Sering merasakan sakit kepala berulang-ulang pada anak-anak.
  • Merasakan sakit kepala di usia lebih dari 50 tahun, dan sakit kepala yang dialami tidak seperti biasanya, ataupun mengalami sakit kepala kronis.
  • Sakit kepala yang dirasakan disertai dengan hilangnya kontrol pada bagian tubuh, seperti misalnya sulit bicara dengan lancar.
  • Sakit kepala tak kunjung reda meskipun sudah ditangani dengan minum obat sakit kepala yang dijual bebas di warung ataupun yang diresepkan dokter, dan bahkan sakit kepala malah tambah parah.
  • Merasakan sakit kepala setelah mengalami cedera di bagian kepala.
  • Sakit kepala membuat anda kesulitan untuk beraktivitas seperti biasa.
  • Mengalami sakit kepala jenis baru dan anda memiliki riwayat penyakit kanker atau HIV/AIDS.

Baca : Obat Sakit Kepala Sebelah

Menurut pernyataan dokter ahli saraf, cara terbaik untuk mendiagnosa penyebab sakit kepala yang anda alami adalah dengan mencatat riwayat sakit kepala yang anda alami tersebut. Beberapa riwayat yang perlu anda catat diantaranya adalah :

  • Kapan sakit kepala yang anda rasakan tersebut muncul, lalu hal apa saja yang bisa mengurangi atau memperparah sakit kepala anda, serta gejala apa saja yang muncul ketika anda merasakan sakit kepala.
  • Setelah anda mengumpulkan riwayat penyakit, nantnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis, seperti memeriksa penglihatan, pendengaran, pergerakan, dan waktu bereaksi.
  • Dokter juga mungkin akan memeriksakan darah anda bila diperlukan, untuk mendeteksi apakah ada infeksi atau gangguan kesehatan lain. Selain itu, dokter juga bisa saja melakukan pemeriksaan cairan tulang belakang anda, jika ada dugaan telah terjadi infeksi atau perdarahan pada otak. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan lain, seperti tes urin, CT scan, neuroimaging, MRI, atau EEG, untuk mendeteksi apakah ada kemungkinan lain, seperti tumor atau cedera dalam kepala.

Itulah beberapa kondisi sakit kepala yang mengharuskan anda memeriksakannya ke dokter saraf, untuk mengetahui apakah sakit kepala yang anda alami berkaitan dengan masalah pada sistem saraf atau tidak. Sebab, jika salah penanganan atau terlambat ditangani, bukan tidak mungkin masalah tersebut akan semakin parah dan lebih berbahaya lagi.

Baca Juga : Sakit Kepala Sebelah Kanan, Inilah Penyebabnya

Sakit Kepala Tegang, Yang Paling Umum Terjadi

Sakit Kepala Tegang, Yang Paling Umum Terjadi

Sakit Kepala Tegang, Yang Paling Umum Terjadi

Sakit kepala memang merupakan masalah kesehatan yang sangat umum dan mungkin sudah pernah dirasakan oleh hampir setiap orang. Sakit kepala ada banyak jenisnya, bisa terasa di sebelah kiri kepala, sebelah kanan, bagian atas, bagian depan, sakit kepala sebelah, atau sakit kepala tegang.

Baca Juga : Obat Sakit Kepala Sebelah

Sakit kepala tegang merupakan salah satu jenis sakit kepala yang paling sering ditemukan di masyarakat, dan bahkan sakit kepala tegang sudah dianggap sebagai sakit kepala biasa, yang tidak menjadi sebuah kekhawatiran. Penderitanya biasanya akan merasakan nyeri terus-menerus pada kedua sisi kepala yang juga mungkin disertai gejala lainnya seperti tekanan di belakang mata, serta otot leher yang tegang.

Sakit kepala tegang ini bisa terjadi dalam kurun waktu 30 menit, bahkan bisa juga sampai beberapa hari. Selain itu, terjadinya pun bisa berkala atau setiap hari kambuh. Dan jika sudah mengalaminya setiap hari selama lebih dari 15 hari dalam satu bulan, maka sakit kepala tegang tersebut kemungkinan sudah bukan sakit kepala biasa lagi dan sudah termasuk sakit kepala kronis.

Meskipun sakit kepala tegang ini jarang membuat penderitanya terhambat untuk beraktivitas seperti biasanya, namun sakit kepala tegang ini juga tetap harus mendapatkan penanganan dan juga harus diwaspadai supaya tidak membahayakan.

Penyebab Sakit Kepala Tegang dan Faktor Pemicunya

Penyebab sakit kepala tegang sebenarnya masih belum diketahui pasti. Akan tetapi, kontraksi otot pada kepala dan di sekitar leher diduga menjadi salah satu penyebab sakit kepala tegang. Ada beberapa hal juga yang diduga dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami sakit kepala tegang, diantaranya :

  • Stres. Hal yang satu ini merupakan pemicu yang paling umum sebabkan sakit kepala tegang.
  • Jenis kelamin. Sakit kepala tegang paling sering ditemukan pada wanita. Baca Juga : Sakit Kepala Sebelah Kanan, Inilah Penyebabnya
  • Usia. Sakit kepala tegang lebih cenderung terjadi pada orang yang sudah berusia 40 tahun ke atas.
  • Dehidrasi tubuh.
  • Kelaparan.
  • Tidak cukup istirahat atau kelelahan.
  • Akibat terik sinar matahari.
  • Akibat suara bising.
  • Akibat aroma tertentu.
  • Postur tubuh yang buruk.
  • Kurang olahraga atau kurang aktif bergerak.
  • Terlalu banyak minum obat, terutama obat pereda sakit (analgesik). Jika anda mengalaminya, konsultasi ke dokter sangat penting.

Gejala Sakit Kepala Yang Harus Diwaspadai

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, sakit kepala bisa terjadi bermacam-macam jenisnya. Ada yang bersifat biasa dan adanya juga yang berbahaya, yang muncul sebagai gejala dari sebuah penyakit. Dan berikut ini adalah beberapa gejala sakit kepala yang bisa dianggap lebih serius dan sangat perlu untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius. Ciri-cirinya antara lain adalah :

  • Sakit kepala yang muncul setelah mengalami kecelakaan, terutama jika mengalami benturan di kepala.
  • Sakit kepala muncul tiba-tiba, dengan tingkat keparahannya yang juga tinggi.
  • Sakit kepala yang dirasakan disertai dengan mual dan muntah, leher kaku, demam, serta linglung. Baca Juga : Obat Sakit Kepala Sebelah
  • Merasakan lemas, bicara tidak jelas, dan mati rasa yang menyertai sakit kepala.

Mengobati Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang tidak termasuk penyakit yang berat dan bisa disembuhkan dengan serangkaian penanganan yang sederhana. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Mengkonsumsi analgesik, seperti parasetamol, ibuprofen, atau aspirin. Pemilihan dan aturan pakai jenis analgesik yang sesuai juga sangat penting, karena bisa mempengaruhi keselamatan dan kesehatan. Contohnya, ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi ibuprofen ketika usia kandungannya mencapai trimester ketiga (tiga bulan terakhir), karena ibuprofen akan berbahaya bagi janin. Konsumsi analgesik juga harus berhati-hati, karena untuk jangka panjang bisa memicu sakit kepala tegang.
  • Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Caranya, dengan rajin berolahraga, menjaga berat badan untuk tetap ideal, mendapatkan istrahat yang cukup, banyak minum, serta tidak merokok dan tidak minum minuman beralkohol.
  • Menghindari hal-hal yang dapat pemicu sakit kepala, terutama stres.
  • Melakukan beberapa teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, atau pijat. Langkah-langkah tersebut biasa dianjurkan untuk mereka yang memiliki masalah sakit kepala tegang akibat stres.
  • Mengkompres dahi dan juga leher. Cara tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan handuk yang dibasahi air hangat atau air dingin.

Baca Juga : Sakit Kepala Bagian Atas, Gejala Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Sebelah Kanan, Inilah Penyebabnya

Sakit Kepala Sebelah Kanan, Inilah Penyebabnya

Sakit Kepala Sebelah Kanan, Inilah Penyebabnya

Apakah anda sering sakit kepala di sebelah kanan? Mau tahu apa penyebab sakit kepala sebelah kanan? Simaklah ulasan selengkapnya berikut ini!

Baca Juga : Obat Sakit Kepala Sebelah

Sakit kepala memang merupakan masalah yang umum dan biasa terjadi, termasuk sakit kepala sebelah kanan. Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sakit kepala sebelah kanan tersebut. Dan anda harus waspada jika mengalami sakit kepala sebelah kanan. Karena, meskipun sakit kepala merupakan masalah yang umum, namun bisa jadi sakit kepala merupakan tanda adanya masalah serius yang tidak bisa disepelekan. Jadi, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikannya, apakah bahaya atau tidak.

Penyebab Sakit Kepala Sebelah Kanan

#1. Migrain Kronis

Penyakit migrain memang merupakan salah satu alasan sakit kepala sebelah. Migrain kronis ini adalah ketika seseorang menderita sakit migrain yang berulang-ulang atau hilang-kambuh. Gejalanya meliputi :

  • Kepala sebelah kanan terasa sakit. Atau bisa juga terasa sakit pada kedua bagian kepala.
  • Kepala terasa berdenyut-denyut, bisa sedang dan bisa juga terasa sangat hebat hingga tak tertahankan.
  • Sakit kepala terasa lebih parah ketika beraktivitas.
  • Sakit kepala akan lebih sensitif pada cahaya dan juga suara, hingga menyebabkan mual dan muntah.

#2. Hemicrania Continua

Sakit kepala ini ditandai dengan berbagai gejala berikut ini, yaitu :

  • Hanya satu sisi kepala saja yang terasa sakit, yaitu kepala sebelah kanan.
  • Sakit kepala dirasakan terus menerus dari hari ke hari.
  • Sakit kepala bisa lebih parah dengan gejala yang sama seperti migrain.
  • Sakit kepala ini bisa menyebabkan hidung tersumbat atau justru hidung meler (berair) serta mata merah di bagian sisi kepala yang terasa sakit.
  • Sakit kepala ini membuat pupil mata mengecil atau kelopak mata jadi terkulai.

Baca Juga : Sakit Kepala Bagian Atas, Gejala Sakit Kepala Tegang

#3. Sakit Kepala Klaster

Sakit kepala klaster ini adalah sakit kepala sebelah yang terjadi di sekitar mata. Sakit kepala ini sering kali dihubungkan dengan aktivitas di bagian otak yang bernama hipotalamus. Dan sakit kepala ini umumnya disertai juga dengan gejala seperti :

  • Pupil di salah satu mata jadi mengecil.
  • Kelopak mata jadi bengkak atau turun.
  • Mata merah dan berair.
  • Hidung tersumbat atau justru hidung meler (berair).
  • Telinga memerah.
  • Wajah jadi berkeringat.

Sakit kepala klaster ini juga bisa dipicu oleh beberapa hal khusus, seperti :

  • Akibat Suhu yang panas.
  • Akibat olahraga.
  • Akibat mengkonsumsi minuman keras.
  • Akibat bau menyengat seperti aroma parfum, aroma cat baru atau aroma bensin.

Sementara selain hal-hal atas yang telah disebutkan. Sakit kepala sebelah kanan juga bisa disebabkan oleh hal lainnya, seperti :

  • Infeksi penyakit. Misal, penyakit meningitis.
  • Peradangan atau gangguan pada pembuluh darah yang ada di sekitar otak. Misal, stroke.
  • Tekanan rongga kepala yang meningkat ataupun menurun.
  • Tumor di otak.
  • Cedera pada otak.

Baca Juga : Obat Sakit Kepala Sebelah

Kemudian selain akibat dari beberapa hal tersebut, seseorang juga akan lebih beresiko merasakan sakit kepala di sebelah kanan ketika mengalami gangguan tidur, ketika sedang depresi, cemas, terlalu banyak mengonsumsi kafein, ketika mengidap obesitas, dan ketika terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan pereda sakit kepala.

Dan perlu diingat lagi, meskipun sakit kepala sebelah kanan merupakan masalah umum yang wajar terjadi, namun jika merasakannya terlalu sering, maka anda harus waspada. Anda sebaiknya periksa ke dokter jika :

  • Sakit kepala sebelah kanan yang dirasakan terasa begitu hebat.
  • Sakit kepala sebelah kanan tidak reda walau sudah lewat satu hari, yang membuat anda mengkonsumsi pereda nyeri hampir setiap hari.
  • Sakit kepala sebelah kanan sering terasa dua kali atau lebih dalam satu minggu.
  • Sakit kepala sebelah kanan disertai dengan demam, kejang-kejang, gangguan penglihatan, sulit bicara, leher kaku, badan lemas, atau kebas-kebas.
  • Sakit kepala sebelah muncul akibat cedera.
  • Sakit kepala sebelah tak kunjung membaik walaupun sudah mengkonsumsi obat dan istirahat.

Baca Juga : Inilah Kemungkinan Penyebab Sakit Kepala Bagian Depan